Jumat, 28 Februari 2014

Bahagia itu "Pilihan"

��Seorang pemuda berangkat kerja dipagi hari... Memanggil taksi, dan naik...
��"Selamat pagi Pak..."katanya menyapa sang sopir taksi terlebih dulu...
��"Pagi yg cerah bukan?" sambungnya sambil tersenyum... lalu bersenandung kecil...

��Sang sopir tersenyum melihat keceriaan penumpangnya, dgn senang hati, Ia melajukan taksinya...
��Sesampainya ditempat tujuan. Pemuda itu membayar dgn selembar 20ribuan, utk argo yg hampir 15 ribu...

��"Kembaliannya buat bpk saja...selamat bekerja Pak.." kata pemuda dgn senyum...
��"Terima kasih..." jawab Pak sopir taksi dgn penuh syukur...

��"Wah.. aku bisa sarapan dulu nih..." Pikir sopir taksi itu...
��Dan ia pun menuju kesebuah warung.

��"Biasa Pak?" tanya si mbok warung.
��"Iya biasa.. Nasi sayur...Tapi.. Pagi ini tambahkan sepotong ayam ��"..jawab Pak sopir dgn tersenyum��

��Dan, ketika membayar nasi , di tambahkannya seribu rupiah �� "Buat jajan anaknya si mbok... " begitu katanya.

��Dgn tambahan uang jajan seribu, pagi itu anak si mbok berangkat kesekolah dgn senyum lebih lebar

��Ia bisa membeli 2 buah roti pagi ini... Dan diberikannya pada temannya yg tdk punya bekal.

��Begitulah...cerita bisa berlanjut.. Bergulir... .spt bola salju...

��Pak sopir bisa lebih bahagia hari itu...
��Begitu juga keluarga si mbok...
��Teman2 si anak...
��keluarga mereka...
��Semua tertular kebahagiaan...

��Kebahagiaan, spt juga kesusahan, bisa menular kpd siapa saja disekitar kita...

��Kebahagiaan adalah sebuah pilihan...
��Siapkah kita menularkan kebahagiaan hari ini??

��Bisa menerima itu adalah berkah...
��Tapi bisa memberi adalah anugerah....

��Semoga sisa hidup kita selalu bahagia dan membuat org lain bahagia dgn keberadaan kita... :-)

Titik Buta ( BLIND SPOT )

Semua petinju profesional memiliki pelatih. Bahkan, petinju sehebat Mohammad Ali sekalipun juga memiliki pelatih. Padahal jika mereka berdua disuruh bertanding jelas Mohammad Ali-lah yang akan memenangkan pertandingan tersebut.

Mungkin kita bertanya-tanya, mengapa Mohammad Ali butuh pelatih kalau jelas-jelas dia akan menang melawan pelatihnya? Kita harus tahu bahwa Mohammad Ali butuh pelatih bukan karena pelatihnya lebih hebat, namun karena ia butuh seseorang untuk
melihat hal-hal yang ...
"TIDAK DAPAT D̲IA LIHAT SENDIRI"

Hal yang tidak dapat kita lihat dengan mata sendiri itulah yang disebut dengan "BLIND SPOT" atau "TITIK BUTA".
Kita hanya bisa melihat "BLIND SPOT" tersebut dengan bantuan orang lain.

Dalam hidup, kita butuh seseorang untuk mengawal kehidupan kita,
sekaligus untuk mengingatkan kita seandainya prioritas hidup kita
mulai bergeser.

↣ Kita butuh orang lain
↷ Yang menasihati,
↷ Yang mengingatkan,
↷ Bahkan yang menegur jika kita mulai melakukan sesuatu yang keliru,
Yang bahkan kita tidak pernah menyadari.

KERENDAHAN HATI kita
↷ Untuk menerima kritikan,
↷ Untuk menerima nasihat,
↷ Dan untuk menerima teguran itulah yang justru menyelamatkan kita.

Kita bukan manusia sempurna.
Biarkan orang lain menjadi "mata" kita di area 'Blind Spot' kita sehingga KITA BISA MELIHAT apa yang TIDAK BISA KITA LIHAT dengan pandangan diri kita sendiri.

3x ½

Dari Dokter Ahli Syaraf.

     Para ahli sering berpesan, "Setiap orang hrs memperhatikan 3 x ½ menit."Kenapa demikian?3 x ½ menit adalah sesuatu yg cuma2, tetapi akan banyak mengurangi angka kematian secara tiba2! Sering kali terjadi seseorang siangnya masih sehat walafiat, tetapi malamnya meninggal. Tdk jarang kita mendengar cerita orang, kemarin saya masih ngobrol dgn dia,kenapa tiba2 dia meninggal?    
          Penyebabnya adalah ketika bangun malam utk ke kamar mandi sering dilakukan secara terlalu cepat. Begitu berdiri, otak kekurangan darah. Mengapa perlu "3x ½ Menit"? Karena pola ECG (Electro Cardiogram) seseorang normal pada siang hari, tetapibangun tengah malam untuk melaksanakan hajat tiba2 gambar ECG itu dpt beda. Karena dgn tiba2 bangun, otak akan menjadi anaemic, dan mengalami gagal jantung karena kekurangan darah. Dianjurkan oleh para ahli utk menjalankan "3 kali ½ menit", yakni:1. Bila terbangun, jgn langsung turun dari tempat tidur, tetapi berbaringlah selama ½ mnt. 2. Duduk di tempat tidur selama ½ mnt.  3. Turunkan kaki dan duduk di tepi ranjang selama ½ menit.Selewat 3 x ½ menit yg dilakukan tanpa harus membayar sesenpun, otak tdk akan anaemic dan jantung tdk akan mengalami kegagalan, mengurangi kemungkinan jatuh dan meninggal ketika bangun tengah malam. Pernah setelah membaca tulisan ini, seorang usia lanjut menangis menyesali kenapa tdk mengetahui hal ini jauh2 hari.Dua tahun lalu dia bangun tengah malam utk buang air kecil. Di kamar mandi tiba2 terasa dunia berputar dan jatuh. Akibatnya dia sekarang mengalami kelumpuhan dan tdk bisa meninggalkan tempat tidur, tulang punggungnya mengalami cedera. Kalau saja dia mengetahui hal ini sebelumnya, tentu tidak harus menderita selama ini.

Rabu, 26 Februari 2014

Sehat Tanpa Obat Kimiawi

Institut Pencegahan Kanker mengumumkan Ranking sayuran anti kanker : 

01: Ubi jalar dimasak 98.7%
02: Ubi jalar mentah . 94.4%
03: Asparagus. 93.9 %
04: Broccoli, 92.8%
05: Kubis.cabbage. 91.4%
06: Kembang kol. 90.8%
07: Seledri. 83.7%
08: Terong. 74.0%
09: Paprica. 55.5%
10: Wortel. 46.5%
11: Golden cauliflower 37.6%
12: Capsella/shepherd's purse 35,4%
13: Kol/Kohlrabi. 34.7%
14: Mustard. 32.9%
15: Brassica juncea. 29.8%
16: Tomat. 23.8%

Semua kentang mgandung kolagen, terutama ubi jalar kuning paling banyak, sedangkan bahan antikanker paling banyak adalah ubi jalar ungu, serta juice lemon hangat tanpa gula.

Temuan resep baru dari Cina, bagi yg berpenyakit diabetes gak usah susah berobat ke dokter lagi. Cukup dg memblender 12 batang kacang panjang di campur 1 buah tomat merah.

Minum dihabiskan langsung. bikin 2x sehari. Silakan cek kadar gulanya esok hari. In sya Alloh langsung turun kadar gulanya. Sudah banyak yg membuktikannya mujarab tanpa pantangan makan lagi.

Tentang hatiyang mati

Pernah lihat petugas kebersihan yang makan siangdi atas trukpenuh sampah Padahal kita yg lewat saja tidak kuat dgn baunya

Ya, awalnya mereka jg tidak nyamandgn keadaan itu, tapi krn terbiasa, jadi seakan menyatu dgn lingkungan kerjanya yg begitu.

Tapi, kebiasaan itu paling hanya merusak kesehatan. 

Yg bahaya itu seorang yg sudah enjoy dgn dosa Awalnya hati nolak, tapi lama kelamaan menjadi biasa, tak lagi sensitif dgn dosa, merasa biasa saja berbuat dosa

Seperti kata Syaikh Ibnul Qoyyim رحمه الله, "dosa itu ibarat sayatan di hati, ibarat tubuh disayatpastilah terasa sakit, tapi beda hal jika tubuh yg sudah mati, tidak lagi merasa sakit. Begitu pula hati yg sudah mati."

Ya, begitulah dosa seharusnya, membuat hati gelisahdan sakit, seperti yg disabdakan Nabi صلى اللّه عليه وسلم, "Dosa itu yg membuat hati gelisah dan kau tidak suka jk orang lain tahu." (HR. Muslim)

Dosa itu membuat noktah hitam⚫dihati, semakin banyak berbuat dosa, semakin hitam pula hati kita, yg akhirnya menutupihati. Tak lagi merasa bersalah ketika meninggalkan Sholat dan kewajiban lainnya.

Semoga kita TIDAK termasuk orang yg tubuhnya segar bugar namun hatinya telah rapi terbungkus kain kafan.

"Ihdina Shirotol Mustaqim"آمــــــــــــــــــين يا رب العالمينَ 

Jiwa-jiwa pemburu surga

Ciri-ciri pemburu surga:              
   berlama2 berdiri Qiyamul Lail di malam hari

 kalo kita sudah menjadi ahlullah, maka surga sudah dekat.

 cara nya menjadi pemburu surga: perbanyak interaksi dgn qur'an.
Bedanya qiraah dgn tilawah: qiraah adalah membaca. Sdgkn tilawah adalah membaca, mentadabburi, memahami, mengamalkan, mendakwahkan, memperjuangkan.

 Al Qur'an menjadi petunjuk dan pedoman hidup manusia. Dengan Al Qur'an, Rasulullah memimpin dunia.

 kita tidak hanya cukup dgn menghafal Al Qur'an

 jalan yg paling mudah untuk menggapai surga adalah dengan Al Qur'an

 Umar bin Khottob memimpin kekhalifahan selama 10 tahun, menaklukkan persia dan romawi dengan Al Qur'an.

 bila kita ingin mengembalikan kejayaan islam, tidak lain dan tidak bukan, hanyalah dgn Al Qur'an.

 Pada zaman Abu Bakar Ash Shidiq, banyak orang yg murtad, untuk memerangi mereka, disiapkan pasukan, dimana para huffazh (penghafal qur'an) ditempatkan di barisan terdepan, karena mereka ahlullah yg dikelilingi oleh para malaikat.

 setiap kita mengkhatamkan Al Qur'an, 70.000 malaikat menyaksikan dan mendoakannya.

 pertanyaan besar; selama ini, bagaimana interaksi kita dgn Al Qur'an???

 kalo kita ingin menjadi penghuni surga, maka perbanyaklah interaksi dgn Al Qur'an.
1 juz = 30menit (lancar),
1 juz = 60menit (sangat perlahan).

 perangi orang2 kafir dgn Al Qur'an, di mulai dari diri sendiri.

 penuhilah hak2 Al Qur'an. dalam satu hari minimal 1 juz dan maksimal 10juz. Bila 1/2jam sebelum dan 1/2jam sesudah sholat kita baca Qur'an, insya ALLAH bisa 10juz per hari.
Para sahabat rata2 mengkhatamkan Al Qur'an sepekan sekali. 1bulan 4kali khatam.

 kurangi waktu menonton tv, chatting, browsing,fb,twitter,dll

Wallahualam....

Selasa, 25 Februari 2014

♥♥♥ Kisah Ainul Mardhiah (Bidadari Tercantik di Surga) ♥♥♥

Ainul Mardhiah adalah seorang bidadari yang paling cantik di surga yang Allah ciptakan untuk sesiapa yang mati syahid berjuang di jalan Allah. Secara bahasa Ainul Mardhiah berarti mata yang diridhai. Atau setiap pandangan yang melihatnya pasti akan menemukan keridhaan di hati. Kisah Ainul Mardhiah diceriterakan dalam Hadits Nabi riwayat Tirmidzi : Ketika pagi hari di bulan Ramadhan, Nabi sedang memberikan targhib (semangat untuk berjihad) kepada pasukan Islam. Nabi pun bersabda, “Sesungguhnya orang yang mati syahid karena berjihad di jalan Alloh, maka Alloh akan menganugerahkannya Ainul Mardhiah, bidadari paling cantik di surga”. Salah satu sahabat yang masih muda yang mendengar cerita itu menjadi penasaran. Namun, karena malu kepada Nabi dan sahabat-sahabat lain, sahabat ini tidak jadi mencari tahu lebih dalam mengenai Ainul Mardhiah. Waktu Zuhur sebentar lagi, sesuai sunah Rasul, para sahabat dipersilakan untuk tidur sejenak sebelum pergi berperang. Bersama kafilah perangnya pun sahabat yang satu ini tidur terlelap dan sampai bermimpi. Di dalam mimpinya dia berada di tempat yang sangat indah yang belum pernah ia kunjungi sebelumnya. Dia pun bertemu dengan seorang wanita yang sangat cantik yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Ia pun bertanya kepada wanita tersebut, “Di manakah ini?”. “Inilah surga.”, jawab wanita itu. Kemudian sahabat ini bertanya lagi, “Apakah Anda Ainul Mardhiah?”. “Bukan, saya bukan Ainul Mardhiah. Kalau Anda ingin bertemu dengan Ainul Mardhiah, dia sedang berada di bawah pohon yang rindang itu.” Didapatinya oleh sahabat itu seorang wanita yang kecantikannya berkali-kali lipat dari wanita pertama yang ia lihat. “Apakah Anda Ainul Mardhiah?” “Bukan saya ini penjaganya. Kalau Anda ingin bertemunya di sanalah singgasananya.” Lalu sahabat ini pun pergi ke singgasana tersebut dan sampailah ke suatu mahligai. Didapatinya seorang wanita yang kecantikannya berlipat-lipat dari wanita sebelumnya yang sedang mengelap-ngelap perhiasan. Sahabat ini pun memberanikan diri untuk bertanya. “Apakah Anda Ainul Mardhiah?” “Bukan, saya bukan Ainul Mardhiah. Saya penjaganya di mahligai ini. Jika Anda ingin menemuinya, temuilah ia di mahligai itu.” Pemuda itu pun beranjak dan sampailah ke mahligai yang ditunjukkan. Didapatinya seorang wanita yang kecantikannya berlipat-lipat dari wanita sebelumnya dan sangat pemalu. Pemuda itu pun bertanya. “Apakah Anda Ainul Mardhiah?” “Ya, benar saya Ainul Mardhiah” Pemuda itu pun mendekat, tetapi Ainul Mardhiah menghindar dan berkata, “Anda bukan seorang yang mati syahid.” Seketika itu juga pemuda itu terbangun dari mimpinya. Dia pun menceritakan ceritanya ini kepada seorang sahabat kepercayaannya yang dimohonkan untuk merahasiakannya sampai ia mati syahid. Komando jihad pun menggelora. Sahabat ini pun dengan semangatnya berjihad untuk dapat bertemu dengan Ainul Mardhiah. Ia pun akhirnya mati syahid. Di petang hari ketika buka puasa, sahabat kepercayaan ini menceritakan mimpi sahabat yang mati syahid ini kepada Nabi. Nabi pun membenarkan mimpi sahabat muda ini dan Nabi bersabda, “Sekarang ia bahagia bersama Ainul Mardhiah”. … سُبْحَانَ اللّهُ وَاَلْحَمْدُلِلّهِ وَلاَ اِلَهَ اِلاَّ اللّهُ. اَللّهُ اَكْبَرُ …

Kisah

Ada seorang remaja bertanya kepada kakeknya:

“Kakek, apa gunanya aku membaca Al Qur’an, sementara aku tidak mengerti arti & maksud dari Al Qur’an yang kubaca “
Lalu si kakek menjawabnya dengan tenang:
“Cobalah ambil sebuah KERANJANG BATU ini, bawa ke sungai, & bawakan aku sekeranjang air …“, sambil menunjuk satu keranjang batu terbuat dari rotan yang sudah kotor.

Anak itu mengerjakan seperti yang diperintahkan kakeknya, tapi semua air yang dibawanya habis sebelum ia sampai di rumah.
Kakeknya berkata
“ Kamu harus berusaha lebih cepat “. Kakek meminta cucunya kembali ke sungai.
Kali ini anak itu berlari lebih cepat, tapi lagi-lagi keranjangnya kosong tanpa air sebelum sampai di rumah.

Dia berkata kepada kakeknya “kek, tidak mungkin bisa membawa sekeranjang air. Aku ingin menggantinya dengan ember“.
“Aku ingin sekeranjang air, bukan dengan ember “,Jawab si kakek tegas.

Si anak kembali mencoba, & berlari lebih cepat lagi. Namun tetap gagal juga. Air tetap habis sebelum ia sampai di rumah. Keranjang itu tetap kosong.

“Kakek, ini tidak ada gunanya. Sia-sia saja. Air pasti akan habis di jalan sebelum sampai di rumah

Kakek menjawab:
“ Mengapa kamu berpikir ini tidak ada gunanya? Coba lihat & perhatikan baik-baik apa yg terjadi dengan keranjang itu “.

Anak itu memperhatikan keranjangnya, & ia baru menyadari bahwa keranjangnya yang tadinya kotor berubah menjadi sebuah keranjang yg BERSIH ! luar & dalam.

“Cucuku, apa yang terjadi ketika kamu membaca Al Qur’an? Boleh jadi kamu tidak mengerti sama sekali. Tapi ketika kamu membacanya, tanpa kamu sadari kamu akan berubah, luar & dalam. Itulah pekerjaan Allah SWT dalam mengubah kehidupanmu…”.

Subhanallah. Tidak ada yg akan sia2 ketika kita membaca Al Qur’an.

“Barangsiapa membaca satu huruf dari Al-Quran maka baginya satu pahala & satu pahala diganjar sepuluh kali lipat”. (HR. Tirmidzi)

Kisah Istri Sholehah

Diterbitkan pada 25 September 2013
Seorang istri menceritakan kisah suaminya pada tahun 1415 H, ia berkata :

Suamiku adalah seorang pemuda yang gagah, semangat, rajin, tampan, berakhlak mulia, taat beragama, dan berbakti kepada kedua orang tuanya. Ia menikahiku pada tahun 1390 H. Aku tinggal bersamanya (di kota Riyadh) di rumah ayahnya sebagaimana tradisi keluarga-keluarga Arab Saudi. Aku takjub dan kagum dengan baktinya kepada kedua orang tuanya. Aku bersyukur dan memuji Allah yang telah menganugerahkan kepadaku suamiku ini. Kamipun dikaruniai seorang putri setelah setahun pernikahan kami.

Lalu suamiku pindah kerjaan di daerah timur Arab Saudi. Sehingga ia berangkat kerja selama seminggu (di tempat kerjanya) dan pulang tinggal bersama kami seminggu. Hingga akhirnya setelah 3 tahun, dan putriku telah berusia 4 tahun… Pada suatu hari yaitu tanggal 9 Ramadhan tahun 1395 H tatkala ia dalam perjalanan dari kota kerjanya menuju rumah kami di Riyadh ia mengalami kecelakaan, mobilnya terbalik. Akibatnya ia dimasukkan ke Rumah Sakit, ia dalam keadaan koma. Setelah itu para dokter spesialis mengabarkan kepada kami bahwasanya ia mengalami kelumpuhan otak. 95 persen organ otaknya telah rusak. Kejadian ini sangatlah menyedihkan kami, terlebih lagi kedua orang tuanya lanjut usia. Dan semakin menambah kesedihanku adalah pertanyaan putri kami (Asmaa') tentang ayahnya yang sangat ia rindukan kedatangannya. Ayahnya telah berjanji membelikan mainan yang disenanginya…
 
Kami senantiasa bergantian menjenguknya di Rumah Sakit, dan ia tetap dalam kondisinya, tidak ada perubahan sama sekali. Setelah lima tahun berlalu, sebagian orang menyarankan kepadaku agar aku cerai darinya melalui pengadilan, karena suamiku telah mati otaknya, dan tidak bisa diharapkan lagi kesembuhannya. Yang berfatwa demikian sebagian syaikh -aku tidak ingat lagi nama mereka- yaitu bolehnya aku cerai dari suamiku jika memang benar otaknya telah mati. Akan tetapi aku menolaknya, benar-benar aku menolak anjuran tersebut.

Aku tidak akan cerai darinya selama ia masih ada di atas muka bumi ini. Ia dikuburkan sebagaimana mayat-mayat yang lain atau mereka membiarkannya tetap menjadi suamiku hingga Allah melakukan apa yang Allah kehendaki.

Akupun memfokuskan konsentrasiku untuk mentarbiyah putri kecilku. Aku memasukannya ke sekolah tahfiz al-Quran hingga akhirnya iapun menghafal al-Qur'an padahal umurnya kurang dari 10 tahun. Dan aku telah mengabarkannya tentang kondisi ayahnya yang sesungguhnya. Putriku terkadang menangis tatkala mengingat ayahnya, dan terkadang hanya diam membisu.

Putriku adalah seorang yang taat beragama, ia senantiasa sholat pada waktunya, ia sholat di penghujung malam padahal sejak umurnya belum 7 tahun. Aku memuji Allah yang telah memberi taufiq kepadaku dalam mentarbiyah putriku, demikian juga neneknya yang sangat sayang dan dekat dengannya, demikian juga kakeknya rahimahullah.

Putriku pergi bersamaku untuk menjenguk ayahnya, ia meruqyah ayahnya, dan juga bersedekah untuk kesembuhan ayahnya.
Pada suatu hari di tahun 1410 H, putriku berkata kepadaku : Ummi biarkanlah aku malam ini tidur bersama ayahku...
Setelah keraguan menyelimutiku akhirnya akupun mengizinkannya.

Putriku bercerita :

Aku duduk di samping ayah, aku membaca surat Al-Baqoroh hingga selesai. Lalu rasa kantukpun menguasaiku, akupun tertidur. Aku mendapati seakan-akan ada ketenangan dalam hatiku, akupun bangun dari tidurku lalu aku berwudhu dan sholat –sesuai yang Allah tetapkan untukku-.

Lalu sekali lagi akupun dikuasai oleh rasa kantuk, sedangkan aku masih di tempat sholatku. Seakan-akan ada seseorang yang berkata kepadaku, "Bangunlah…!!, bagaimana engkau tidur sementara Ar-Rohmaan (Allah) terjaga??, bagaimana engkau tidur sementara ini adalah waktu dikabulkannya doa, Allah tidak akan menolak doa seorang hamba di waktu ini??"

Akupun bangun…seakan-akan aku mengingat sesuatu yang terlupakan…lalu akupun mengangkat kedua tanganku (untuk berdoa), dan aku memandangi ayahku –sementara kedua mataku berlinang air mata-. Aku berkata dalam do'aku, "Yaa Robku, Yaa Hayyu (Yang Maha Hidup)…Yaa 'Adziim (Yang Maha Agung).., Yaa Jabbaar (Yang Maha Kuasa)…, Yaa Kabiir (Yang Maha Besar)…, Yaa Mut'aal (Yang Maha Tinggi)…, Yaa Rohmaan (Yang Maha Pengasih)…, Yaa Rohiim (Yang Maha Penyayang)…, ini adalah ayahku, seorang hamba dari hamba-hambaMu, ia telah ditimpa penderitaan dan kami telah bersabar, kami Memuji Engkau…, kemi beriman dengan keputusan dan ketetapanMu baginya…

Ya Allah…, sesungguhnya ia berada dibawah kehendakMu dan kasih sayangMu.., Wahai Engkau yang telah menyembuhkan nabi Ayyub dari penderitaannya, dan telah mengembalikan nabi Musa kepada ibunya…Yang telah menyelamatkan Nabi Yuunus dari perut ikan paus, Engkau Yang telah menjadikan api menjadi dingin dan keselamatan bagi Nabi Ibrahim…sembuhkanlah ayahku dari penderitaannya…

Ya Allah…sesungguhnya mereka telah menyangka bahwasanya ia tidak mungkin lagi sembuh…Ya Allah milikMu-lah kekuasaan dan keagungan, sayangilah ayahku, angkatlah penderitaannya…"

Lalu rasa kantukpun menguasaiku, hingga akupun tertidur sebelum subuh.

Tiba-tiba ada suara lirih menyeru.., "Siapa engkau?, apa yang kau lakukan di sini?". Akupun bangun karena suara tersebut, lalu aku menengok ke kanan dan ke kiri, namun aku tidak melihat seorangpun. Lalu aku kembali lagi melihat ke kanan dan ke kiri…, ternyata yang bersuara tersebut adalah ayahku…

Maka akupun tak kuasa menahan diriku, lalu akupun bangun dan memeluknya karena gembira dan bahagia…, sementara ayahku berusaha menjauhkan aku darinya dan beristighfar. Ia barkata, "Ittaqillah…(Takutlah engkau kepada Allah….), engkau tidak halal bagiku…!". Maka aku berkata kepadanya, "Aku ini putrimu Asmaa'". Maka ayahkupun terdiam. Lalu akupun keluar untuk segera mengabarkan para dokter. Merekapun segera datang, tatkala mereka melihat apa yang terjadi merekapun keheranan.

Salah seorang dokter Amerika berkata –dengan bahasa Arab yang tidak fasih- : "Subhaanallahu…". Dokter yang lain dari Mesir berkata, "Maha suci Allah Yang telah menghidupkan kembali tulang belulang yang telah kering…". Sementara ayahku tidak mengetahui apa yang telah terjadi, hingga akhirnya kami mengabarkan kepadanya. Iapun menangis…dan berkata, Sungguh Allah adalah Penjaga Yang terbaik, dan Dialah yang Melindungi orang-orang sholeh…, demi Allah tidak ada yang kuingat sebelum kecelakaan kecuali sebelum terjadinya kecelakaan aku berniat untuk berhenti melaksanakan sholat dhuha, aku tidak tahu apakah aku jadi mengerjakan sholat dhuha atau tidak..??

Sang istri berkata : Maka suamiku Abu Asmaa' akhirnya kembali lagi bagi kami sebagaimana biasnya yang aku mengenalinya, sementara usianya hampir 46 tahun. Lalu setelah itu kamipun dianugerahi seorang putra, Alhamdulillah sekarang umurnya sudah mulai masuk tahun kedua. Maha suci Allah Yang telah mengembalikan suamiku setelah 15 tahun…, Yang telah menjaga putrinya…, Yang telah memberi taufiq kepadaku dan menganugerahkan keikhlasan bagiku hingga bisa menjadi istri yang baik bagi suamiku…meskipun ia dalam keadaan koma…

Maka janganlah sekali-kali kalian meninggalkan do'a…, sesungguhnya tidak ada yang menolak qodoo' kecuali do'a…barang siapa yang menjaga syari'at Allah maka Allah akan menjaganya.

Jangan lupa juga untuk berbakti kepada kedua orang tua… dan hendaknya kita ingat bahwasanya di tangan Allah lah pengaturan segala sesuatu…di tanganNya lah segala taqdir, tidak ada seorangpun selainNya yang ikut mengatur…

Ini adalah kisahku sebagai 'ibroh (pelajaran), semoga Allah menjadikan kisah ini bermanfaat bagi orang-orang yang merasa bahwa seluruh jalan telah tertutup, dan penderitaan telah menyelimutinya, sebab-sebab dan pintu-pintu keselamatan telah tertutup…

Maka ketuklah pintu langit dengan do'a, dan yakinlah dengan pengabulan Allah….
Demikianlah….Alhamdulillahi Robbil 'Aaalamiin.

          Janganlah pernah putus asa…jika Tuhanmu adalah Allah…
          Cukup ketuklah pintunya dengan doamu yang tulus…
          Hiaslah do'amu dengan berhusnudzon kepada Allah Yang Maha Suci
          Lalu yakinlah dengan pertolongan yang dekat dariNya…

Kota Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam-, 19-11-1434 H / 25 September 2013 M

Senin, 24 Februari 2014

Malam Pertama

Malam Pertama
Satu hal sebagai bahan renungan Kita…
Tuk merenungkan indahnya malam pertama
Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawi semata
Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam Dan Hawa

Justru malam pertama perkawinan kita dengan Sang Maut
Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak
saudara
Hari itu…mempelai sangat dimanjakan
Mandipun…harus dimandikan
Seluruh badan Kita terbuka….
Tak Ada sehelai benangpun menutupinya. .
Tak Ada sedikitpun rasa malu…
Seluruh badan digosok Dan dibersihkan
Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan
Bahkan lubang - lubang itupun ditutupi kapas putih…
Itulah sosok Kita….
Itulah jasad Kita waktu itu

Setelah dimandikan.. .,
Kitapun kan dipakaikan gaun cantik berwarna putih
Kain itu ….jarang orang memakainya..
Karena bermerk sangat terkenal bernama Kafan
Wewangian ditaburkan ke baju Kita…
Bagian kepala..,badan. .., Dan kaki diikatkan
Tataplah…. tataplah. ..itulah wajah Kita
Keranda pelaminan… langsung disiapkan
Pengantin bersanding sendirian…

Mempelai di arak keliling kampung bertandukan tetangga
Menuju istana keabadian sebagai simbol asal usul
Kita diiringi langkah gontai seluruh keluarga
Serta rasa haru para handai taulan
Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah Dzikir
Akad nikahnya bacaan talkin…
Berwalikan liang lahat..
Saksi - saksinya nisan-nisan. .yang tlah tiba duluan
Siraman air mawar..pengantar akhir kerinduan

Dan akhirnya…. . Tiba masa pengantin..
Menunggu Dan ditinggal sendirian…
Tuk mempertanggungjawab kan seluruh langkah kehidupan
Malam pertama bersama KEKASIH..
Ditemani rayap - rayap Dan cacing tanah
Di kamar bertilamkan tanah..
Dan ketika 7 langkah tlah pergi….
Kitapun kan ditanyai oleh sang Malaikat…
Kita tak tahu apakah akan memperoleh Nikmat Kubur…
Ataukah Kita kan memperoleh Siksa Kubur…..
Kita tak tahu…Dan tak seorangpun yang tahu….
Tapi anehnya Kita tak pernah galau ketakutan… ..
Padahal nikmat atau siksa yang kan kita terima
Kita sungkan sekali meneteskan air mata…
Seolah barang berharga yang sangat mahal…

Dialog Rasulullah SAW dgn iblis.

Rasulullah : ‘‘Apa yang kau raskan jika melihat seseorg dari umatku yang hendak sholat...???’’

Iblis : ‘‘Aku merasa panas dingin dan gemetar...!!!’’

Rasulullah : ‘‘Kenapa...???’’

Iblis : ‘‘Sebab, setiap seorang hamba bersujud satu kali kepada Allah, Allah mengangkatnya satu derajat...!!!’’

Rasulullah : ‘‘Jika seorang umatku berpuasa...???’’

Iblis : ‘‘Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka...!!!’’

Rasulullah : ‘‘Jika ia berhaji...???’’

Iblis : ‘‘Aku seperti orang gila...!!!’’

Rasulullah : ‘‘Jika ia membaca Al-Qur’an...???’’

Iblis : ‘‘Aku merasa meleleh laksana timah di atas api...!!!’’
Rasulullah : ‘‘Jika ia bersedekah...???’’

Iblis : ‘‘Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji...!!!’’

Rasulullah : ‘‘Mengapa bisa begitu...???’’

Iblis : ‘‘Sebab, dalam sedekah ada empat keuntungan baginya. Yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala musibah akan terhalau dari dirinya...!!!’’

Rasulullah : ‘‘Apa yang dapat mematahkan pinggangmu...???’’

Iblis : ‘‘Suara kuda perang di jalan Allah...!!!’’

Rasulullah : ‘‘Apa yang dapat melelehkan tubuhmu...???’’

Iblis : ‘‘Taubat orang yang bertaubat...!!!’’

Rasulullah : ‘‘Apa yang dapat membakar hatimu...???’’

Iblis : ‘‘Istighfar di waktu siang dan malam...!!!’’

Rasulullah : ‘‘Apa yang dapat mencoreng wajahmu...???’’

Iblis : ‘‘Sedekah yang diam²...!!!’’

Rasulullah : "Apa yang dapat menusuk matamu...???’’

Iblis : ‘‘Sholat Fajar...!!!’’

Rasulullah : ‘‘Apa yang dapat memukul kepalamu...???’’

Iblis : ‘‘Sholat berjama'ah...!!!’’

Rasulullah : ‘‘Apa yang paling mengganggumu...???’’

Iblis : ‘‘Majelis para Ulama...!!!’’

Rasulullah : ‘‘Bagaimana cara makanmu...???’’

Iblis : ‘‘Dengan tangan kiri dan jariku...!!!’’

Rasulullah : ‘‘Dimanakah kau menaungi anak²mu di musim panas...???’’

Iblis : ‘‘Di bawah kuku manusia...!!!’’

Rasulullah : ‘‘Siapa temanmu wahai Iblis...???’’

Iblis : ‘‘Pemakan riba...!!!’’

Rasulullah : ‘‘Siapa sahabatmu...???’’

Iblis : ‘‘Pezina...!!!’’

Rasulullah : ‘‘Siapa teman tidurmu...???’’

Iblis : ‘‘Pemabuk...!!!’’

Rasulullah : ‘‘Siapa tamumu...???’’

Iblis : ‘‘Pencuri...!!!’’

Rasulullah : ‘‘Siapa utusanmu...???’’

Iblis : ‘‘Tukang sihir...!!!’’

Rasulullah : ‘‘Apa yang membuatmu gembira...???’’

Iblis : ‘‘Bersumpah dengan cerai...!!!’’

Rasulullah : ‘‘Siapa kekasihmu...???’’

Iblis : ‘‘Orang yang meninggalkan shalat Jum'at...!!!’’

Rasulullah : ‘‘Siapa yang paling membahagiakan mu.?

Iblis : ‘‘Orang yang meninggalkan sholatnya dengan sengaja...!!!’’

(Diriwayatkan dari Ma'adz bin Jabal r.a bahwa Ibnu Abbas r.a. Dikutip dari Syajaratul Kaun, doktrin tentang pribadi manusia pilihan, Muhammad SAW, yang ditulis oleh Asy-Syaikh Al-Akbar Muhyidin Ibnu Arabi Abdullah Muhammad bin Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Ali Al-Hatimi Ath-Tha'i Al-Andalusia).

These too, will pass

Ada seorang raja yang terkenal dengan kebijaksanaannya. Pada suatu hari, Sang Raja meminta kepada tukang emasnya yang sudah tua renta utk menuliskan sesuatu di dalam cincinnya.

Raja berpesan, "Tuliskanlah sesuatu yang bisa kamu simpulkan dari seluruh pengalaman & perjalanan hidupmu, supaya itupun bisa menjadi pelajaran utk hidup saya".

Berbulan-bulan si tukang emas yg tua itu membuat cincinnya, lalu lebih sulitnya menuliskan apa yg penting di cincin emas yg kecil itu. Akhirnya setelah berdoa & berpuasa, si tukang emas itupun menyerahkan cincinnya pada Sang Raja. Dan dengan tersenyum, Sang Raja membaca tulisan kecil di cincin itu. Bunyinya, "DAN YANG INIPUN AKAN BERLALU".

Awalnya Sang Raja tidak terlalu paham dengan apa yg tertulis di sana. Tapi, suatu ketika, tatkala menghadapi persoalan kerajaan yang pelik, akhirnya Ia membaca tulisan di cincin itu & Ia pun menjadi lebih tenang, “Dan Inipun akan berlalu!”. Dan tatkala Ia sedang bersenang-senang, Ia pun tak sengaja membaca tulisan di cincin itu, lantas Ia menjadi rendah hati kembali.

Ketika Anda lagi punya masalah besar ataupun sedang lagi kondisi terlalu gembira, ingatlah kalimat itu, "Dan inipun akan berlalu" (These too, will pass).

Kalimat ini, kalau direnungkan dengan bijak akan mengantarkan diri kita pada keseimbangan hidup. Tidak ada satupun yang langgeng. Jadi, ketika Anda punya masalah, janganlah terlalu bersedih. Tatkala Anda lagi senang, jangan terlalu kelewat senang.

Ingatlah....
apapun yg Anda hadapi saat ini, semuanya akan berlalu.

كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَان وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُوالْجَلٰلِ وَالْإِكْرَامِ

“Semua yang ada di bumi itu akan sirna. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.” (55:26-27)

Roster kul

Sabtu 1 c10 peng ilmu adm. Negara, 2 org & manaj, 3 bhs inggris

Ahad 1 c12 peng statistik sos, 2 sistem eko ina

Selasa 1 b7 adm perkantoran, 2 peng ilmu politik, 3 psikologi sosial