Rabu, 02 April 2014

*Sajak Rame-Rame ;)


  • Kalian tahu kenapa hujan itu menyenangkan?
Karena turunnya rame2
Pasti garing kalau hujan itu turunnya hanya satu tetes
Lantas satu tetes lagi, dan seterusnya.
  • Kalian tahu kenapa nasi itu lezat dan mengenyangkan?
Karena dihidangkan rame2 Pasti bengong kalau hanya satu butir saja di atas piring.
Ini mau makan apa?
  • Kalian tahu gigi itu berguna?
Karena rame2 berbaris rapi
Pasti ompong nyebutnya kalau cuma satu
Tidak bisa buat mengunyah. Cuma bisa buat tersenyum melihatnya.
  • Sungguh,
Di dunia ini sesuatu yang positif selalu spesial saat rame2 dilakukan
  • Shalat jamaah, rame2 tentu lebih afdol
  • Tilawah rame2 tentu lebih istiqomah
  • Gotong royong, rame2 tentu lebih oke
  • Belajar, rame2 saling bantu lebih banyak yang dipelajari
  • Bekerja, rame2 saling tolong lebih cepat selesai.
Itulah gunanya teman2 terbaik
Teman2 yang saling menasehati dan mengingatkan
Rame2 menjadi selalu lebih seru.
  • Kalian tahu kenapa keyboard laptop atau HP harus lengkap?
Karena hilang satu saja, rasanya tidak utuh lagi.
Begitulah pertemanan yang baik
Hilang satu, terasa kosong semuanya.
  • Rame2 selalu lebih menyenangkan.

Rabu, 05 Maret 2014

Kisah: "Abi, berapa lama Kita dikubur?"

Awan sedikit mendung, ketika kaki kaki kecil Fathiya berlari-lari gembira di atas jalanan menyeberangi kawasan lampu merah Karet. Baju merahnya yg kebesaran melambai Lambai di tiup angin. Tangan kanannya memegang Es krim sambil sesekali mengangkatnya ke mulutnya untuk dicicipi, sementara tangan kirinya mencengkram Ikatan sabuk celana ku.

Fathiya dan Aku memasuki wilayah pemakaman umum Karet,berputar sejenak ke kanan & kemudian duduk Di atas seonggok nisan "Hj Rajawali binti Muhammad : 19-10-1915: 20-01-1965". "Nak, ini kubur nenekmu mari Kita berdo'a untuk nenekmu" Fathiya melihat wajah ku, lalu menirukan tangan ku yg mengangkat ke atas dan ikut memejamkan mata seperti aku. Ia mendengarkan saya berdo'a untuk Neneknya. "Abi, nenek waktu meninggal umur 50 tahun ya." Akupun mengangguk sembari tersenyum, sembari memandang pusara. "Hmm, berarti nenek sudah meninggal 42 tahun ya bi.." Kata Fathiya berlagak sambil matanya menerawang dan jarinya berhitung "Ya, nenekmu sudah di dalam kubur 42 tahun ..." Fathiya memutar kepalanya, memandang sekeliling, banyak kuburan di sana. Di samping kuburan neneknya ada kuburan tua berlumut "Muhammad Zaini :19-02-1882: 30-01-1910"."Hmm.. Kalau yang itu sudah meninggal 106 tahun yang lalu ya Bi", jarinya menunjuk nisan disamping kubur neneknya. Sekali lagi akupun mengangguk.

Tanganku terangkat mengelus kepala anak keduaku. "Memangnya kenapa nak ?" kata ku menatap teduh mata ku "Hmmm, Abi kan semalam bilang, bahwa kalau kita mati, lalu di kubur dan jika kita banyak dosanya, kita akan disiksa dineraka" kata Fathiya sambil meminta persetujuan Ku "Iya kan Bi.?" Akupun tersenyum, "Iya .... Kalau nenek banyak dosanya, berarti nenek sudah disiksa 42 tahun dong Bi dikubur? Kalau nenek banyak pahalanya, berarti sudah 42 tahun nenek senang dikubur .... Ya nggak Bi?" mata Fathiya berbinar karena bisa menjelaskan kepada Ku tentang pendapatnya. Akupun tersenyum, sambil ku termenung galau.... "Iya nak, kamu pintar," kata saya pendek. Pulang dari pemakaman, Akupun gelisah Di atas sajadah, memikirkan apa yang dikatakan anakku.... 42 tahun hingga sekarang.. kalau kiamat datang 100 tahun lagi...142 tahun disiksa .. atau bahagia dikubur .. Lalu Iama menunduk ... Meneteskan air mata... Kalau meninggal .. Lalu banyak dosanya ...lalu kiamat masih 1000 tahun lagi berarti Aku akan disiksa 1000 tahun? InnalillaahiWAinna ilaihi rooji'un .... Air mata ku semakin banyak menetes, sanggupkah Aku selama itu disiksa? Iya kalau kiamat 1000 tahun ke depan, kalau 2000 lagi? Kalau 3000 tahun lagi? Selama itu Aku akan disiksa di kubur. Lalu setelah dikubur? Bukankah Akan lebih parah lagi? Tahankah? padahal melihat adegan preman dipukuli massa ditelevisi kemarin Aku sudah tak tahan?

Ya Allah... Aku pun semakin menunduk, tanganku terangkat, keatas bahuku naik turun tak teratur.... air mataku semakin membanjiri jenggotku

Allahumma as aluka khusnul khootimah.. berulang Kali ku baca DOA itu hingga suaraku serak ... Dan akupun berhenti sejenak ketika terdengar batuk Fathiya.

Ku hampiri Fathiya yang tertidur di atas dipan Bambu. Aku betulkan selimutnya. Fathiya terus tertidur.... tanpa tahu, betapa Aku sangat berterima kasih padanya karena telah menyadarkannya arti sebuah kehidupan... Dan apa yang akan datang di depannya...

"Yaa Allah, letakkanlah dunia ditanganku, jangan Kau letakkan dihatiku..."

Sabtu, 01 Maret 2014

Cerita mengharukan Rasulullah di Perang Uhud

Perang Uhud adalah saat dimana Umat Islam mengalami kekalahan, bahkan pada saat itu Rasulullah saw pun terluka dengan kondisi rahang beliau ditembus oleh anak panah.

Ketika anak panah itu menembus rahang Rasulullah saw, darah pun mengalir. Darah itu menetes keluar dari rahang beliau dan beliau menampung tetesan-tetesan darah itu dengan tangannya agar tidak tumpah kebumi.

Para sahabat melihat itu, Rasulullah seperti tersibukkan dengan menampung darah tsb, dan para sahabat pun berkata "Ya Rasulullah, biarkan saja darah itu mengalir (maksudnya tidak perlu di tampung)", akan tetapi Rasulullah saw tetap menampungnya.

Rasulullah saw tetap berusaha menahan darah yang mengalir agar jangan sampai jatuh ke tanah, dan beliau pun berkata : "Jika saja ada setetes darahku ini jatuh ketanah, maka Allah akan menimpakan bala yang sangat besar untuk orang2 kafir Quraisy yang memerangiku"

Allah akan murka besar jika ada setetes darah dari wajah Rasulullah yang menyentuh tanah, dan Rasulullah menjaga itu, jiwa yang mulia itu dalam kondisi kesakitan masih sempat-sempatnya memikirkan orang lain,

Jangan sampai ada setetes darah pun yang mengalir ke bumi, dan beliau tidak peduli ada panah yang menancap di rahang beliau, beliau memikirkan jangan sampai musibah turun kepada orang yang memeranginya.

Riwayat dari Imam Ibnu Hajar Al Asqalani didalam Fathul bari Syarah Shahih Bukhari.

Subhanallah, betapa mulianya akhlak Nabi kita.

Jumat, 28 Februari 2014

Bahagia itu "Pilihan"

��Seorang pemuda berangkat kerja dipagi hari... Memanggil taksi, dan naik...
��"Selamat pagi Pak..."katanya menyapa sang sopir taksi terlebih dulu...
��"Pagi yg cerah bukan?" sambungnya sambil tersenyum... lalu bersenandung kecil...

��Sang sopir tersenyum melihat keceriaan penumpangnya, dgn senang hati, Ia melajukan taksinya...
��Sesampainya ditempat tujuan. Pemuda itu membayar dgn selembar 20ribuan, utk argo yg hampir 15 ribu...

��"Kembaliannya buat bpk saja...selamat bekerja Pak.." kata pemuda dgn senyum...
��"Terima kasih..." jawab Pak sopir taksi dgn penuh syukur...

��"Wah.. aku bisa sarapan dulu nih..." Pikir sopir taksi itu...
��Dan ia pun menuju kesebuah warung.

��"Biasa Pak?" tanya si mbok warung.
��"Iya biasa.. Nasi sayur...Tapi.. Pagi ini tambahkan sepotong ayam ��"..jawab Pak sopir dgn tersenyum��

��Dan, ketika membayar nasi , di tambahkannya seribu rupiah �� "Buat jajan anaknya si mbok... " begitu katanya.

��Dgn tambahan uang jajan seribu, pagi itu anak si mbok berangkat kesekolah dgn senyum lebih lebar

��Ia bisa membeli 2 buah roti pagi ini... Dan diberikannya pada temannya yg tdk punya bekal.

��Begitulah...cerita bisa berlanjut.. Bergulir... .spt bola salju...

��Pak sopir bisa lebih bahagia hari itu...
��Begitu juga keluarga si mbok...
��Teman2 si anak...
��keluarga mereka...
��Semua tertular kebahagiaan...

��Kebahagiaan, spt juga kesusahan, bisa menular kpd siapa saja disekitar kita...

��Kebahagiaan adalah sebuah pilihan...
��Siapkah kita menularkan kebahagiaan hari ini??

��Bisa menerima itu adalah berkah...
��Tapi bisa memberi adalah anugerah....

��Semoga sisa hidup kita selalu bahagia dan membuat org lain bahagia dgn keberadaan kita... :-)

Titik Buta ( BLIND SPOT )

Semua petinju profesional memiliki pelatih. Bahkan, petinju sehebat Mohammad Ali sekalipun juga memiliki pelatih. Padahal jika mereka berdua disuruh bertanding jelas Mohammad Ali-lah yang akan memenangkan pertandingan tersebut.

Mungkin kita bertanya-tanya, mengapa Mohammad Ali butuh pelatih kalau jelas-jelas dia akan menang melawan pelatihnya? Kita harus tahu bahwa Mohammad Ali butuh pelatih bukan karena pelatihnya lebih hebat, namun karena ia butuh seseorang untuk
melihat hal-hal yang ...
"TIDAK DAPAT D̲IA LIHAT SENDIRI"

Hal yang tidak dapat kita lihat dengan mata sendiri itulah yang disebut dengan "BLIND SPOT" atau "TITIK BUTA".
Kita hanya bisa melihat "BLIND SPOT" tersebut dengan bantuan orang lain.

Dalam hidup, kita butuh seseorang untuk mengawal kehidupan kita,
sekaligus untuk mengingatkan kita seandainya prioritas hidup kita
mulai bergeser.

↣ Kita butuh orang lain
↷ Yang menasihati,
↷ Yang mengingatkan,
↷ Bahkan yang menegur jika kita mulai melakukan sesuatu yang keliru,
Yang bahkan kita tidak pernah menyadari.

KERENDAHAN HATI kita
↷ Untuk menerima kritikan,
↷ Untuk menerima nasihat,
↷ Dan untuk menerima teguran itulah yang justru menyelamatkan kita.

Kita bukan manusia sempurna.
Biarkan orang lain menjadi "mata" kita di area 'Blind Spot' kita sehingga KITA BISA MELIHAT apa yang TIDAK BISA KITA LIHAT dengan pandangan diri kita sendiri.

3x ½

Dari Dokter Ahli Syaraf.

     Para ahli sering berpesan, "Setiap orang hrs memperhatikan 3 x ½ menit."Kenapa demikian?3 x ½ menit adalah sesuatu yg cuma2, tetapi akan banyak mengurangi angka kematian secara tiba2! Sering kali terjadi seseorang siangnya masih sehat walafiat, tetapi malamnya meninggal. Tdk jarang kita mendengar cerita orang, kemarin saya masih ngobrol dgn dia,kenapa tiba2 dia meninggal?    
          Penyebabnya adalah ketika bangun malam utk ke kamar mandi sering dilakukan secara terlalu cepat. Begitu berdiri, otak kekurangan darah. Mengapa perlu "3x ½ Menit"? Karena pola ECG (Electro Cardiogram) seseorang normal pada siang hari, tetapibangun tengah malam untuk melaksanakan hajat tiba2 gambar ECG itu dpt beda. Karena dgn tiba2 bangun, otak akan menjadi anaemic, dan mengalami gagal jantung karena kekurangan darah. Dianjurkan oleh para ahli utk menjalankan "3 kali ½ menit", yakni:1. Bila terbangun, jgn langsung turun dari tempat tidur, tetapi berbaringlah selama ½ mnt. 2. Duduk di tempat tidur selama ½ mnt.  3. Turunkan kaki dan duduk di tepi ranjang selama ½ menit.Selewat 3 x ½ menit yg dilakukan tanpa harus membayar sesenpun, otak tdk akan anaemic dan jantung tdk akan mengalami kegagalan, mengurangi kemungkinan jatuh dan meninggal ketika bangun tengah malam. Pernah setelah membaca tulisan ini, seorang usia lanjut menangis menyesali kenapa tdk mengetahui hal ini jauh2 hari.Dua tahun lalu dia bangun tengah malam utk buang air kecil. Di kamar mandi tiba2 terasa dunia berputar dan jatuh. Akibatnya dia sekarang mengalami kelumpuhan dan tdk bisa meninggalkan tempat tidur, tulang punggungnya mengalami cedera. Kalau saja dia mengetahui hal ini sebelumnya, tentu tidak harus menderita selama ini.